JURNALIST MEDIA COM BINTAN – Pimpinan Argo Lintas Consultant (ALC), ADV Wisnu Sudarsono, ST., C.MDF., melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Pertanahan (Kantah) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bintan pada Jumat (01/05/2026). Pertemuan ini difokuskan pada sinkronisasi regulasi pertanahan dan penanganan keluhan masyarakat terkait tata ruang di wilayah Bintan.
Respons Terhadap Keluhan Tata Ruang
Dalam agenda silaturahmi tersebut, ALC menyoroti fenomena perubahan status lahan dari Zona Putih (area pengembangan) menjadi Zona Hijau (hutan lindung/konservasi). Perubahan ini dinilai menjadi hambatan signifikan bagi masyarakat dan investor yang ingin melakukan pembangunan.
“Kami menerima banyak aspirasi dari masyarakat yang merasa progres pembangunan di Bintan melambat. Potensi ekonomi yang seharusnya bisa melesat justru tertahan karena luasnya area zona hijau dibandingkan zona putih,” ujar ADV Wisnu Sudarsono.
Mendorong Pengajuan ke Pemerintah Pusat
Sebagai langkah konkret, pimpinan legal konsultan pertanahan tersebut beserta jajaran staf ahli mendorong Kepala BPN Bintan, Bapak Suwendi, untuk bersama-sama mengawal proses pengajuan peninjauan kembali status lahan ke tingkat Kementerian ATR/BPN RI. Langkah ini diambil guna memastikan kepastian hukum serta mendukung percepatan infrastruktur dan pemukiman di Kabupaten Bintan.
Komitmen dan Sinergitas
Kepala Kantor BPN Bintan, Suwendi, memberikan apresiasi atas inisiatif dan peran aktif ALC dalam menjembatani persoalan pertanahan di lapangan. Pihaknya menyatakan keterbukaan untuk bersinergi demi kemajuan daerah.
Dukungan Regulasi: BPN berkomitmen mendukung program yang bersifat konstruktif bagi perkembangan wilayah.
Akselerasi Pembangunan: Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang lebih sehat melalui kejelasan status tanah.
Pelayanan Masyarakat: Memastikan aspirasi warga terkait hak guna dan pemanfaatan lahan tersampaikan ke otoritas pusat.
“Kami menyambut baik kunjungan ini. Sinergitas antara konsultan hukum pertanahan dan BPN sangat diperlukan untuk menciptakan terobosan yang mampu mendorong kemajuan Kabupaten Bintan secara berkelanjutan,” pungkas Suwendi.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik dalam penyelarasan tata ruang di Bintan, sehingga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi dapat tercapai secara harmonis.
Editor: Redaksi JMedia Nasional
Lokasi: Bintan, Kepulauan Riau








