JURNALIST MEDIA PEKANBARU – Lembaga Independen Pemantau Bahan Bakar Minyak dan Gas (LIP-BB MIGAS) Provinsi Riau secara resmi mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan percepatan pembangunan titik distribusi BBM subsidi di Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan. Langkah strategis ini diambil guna merespons krisis energi yang menghambat produktivitas masyarakat nelayan, petani, dan pelaku UMKM di wilayah tersebut.
Pemetaan Titik Strategis Berbasis Ekonomi Rakyat
Data Validasi hasil pemetaan lapangan, LIP-BB MIGAS merekomendasikan sejumlah titik krusial untuk pembangunan Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) maupun Sub Penyalur resmi.
Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan konsentrasi pengguna subsidi agar distribusi lebih tepat sasaran:
Sektor Perikanan: Desa Teluk Bakau dan Sungai Solok diproyeksikan sebagai pusat pengisian bagi nelayan guna memangkas biaya operasional melaut.
Sektor Pertanian: Desa Labuhan Bilik dan Sokoi menjadi prioritas untuk mendukung kebutuhan mesin pertanian dan angkutan logistik hasil panen.
Pemerataan Wilayah: Desa Serapung diusulkan sebagai titik penyangga untuk menjamin keadilan energi bagi masyarakat di wilayah terluar yang selama ini sulit menjangkau pusat distribusi.
Fasilitasi dan Pengawalan Regulasi
Ketua LIP-BB MIGAS RIAU, Datuk Mustakim, JM.MM.M.PD. menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi seluruh proses administratif antara masyarakat, pemerintah daerah, hingga badan usaha penyalur yang akan membuka AMPS maupun Pangkalan LPG3kg. Fokus utama lembaga adalah memastikan hambatan birokrasi dapat diminimalisir sehingga pembangunan infrastruktur energi di Kuala Kampar segera terealisasi.
“Kami berkomitmen penuh untuk mengawal aspirasi ini hingga tuntas. Percepatan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menyelamatkan urat nadi ekonomi nelayan, petani, dan pedagang setempat. Kami pastikan prosesnya berjalan transparan dan sesuai regulasi yang berlaku,” tegas Ketua LIP-BB MIGAS Riau.
Imbauan Stabilitas dan Kondusifitas
Di tengah upaya percepatan ini, masyarakat Kuala Kampar dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu kondusifitas wilayah. LIP-BB MIGAS menjamin bahwa pengawasan ketat akan terus dilakukan untuk mencegah praktik spekulasi dan penimbunan ilegal yang kerap merugikan rakyat kecil.
Dengan adanya langkah progresif ini, diharapkan stabilitas pasokan BBM subsidi dan LPG 3Kg subsidi di Kuala Kampar dapat segera pulih, sehingga roda ekonomi masyarakat bisa kembali bergerak optimal.
Editor: Tim Redaksi Nasional
Sumber: Jurnalist Media












