TRAGI-TRAGEDIA DI JANTUNG PELALAWAN: Gajah Jantan Mati Ditembak, Pendekar Riau Tuntut Janji Kapolda!

JMEDIA PELALAWAN – Keheningan hutan di Kabupaten Pelalawan pecah oleh kabar duka yang mengerikan. Seekor gajah sumatera jantan ditemukan terbujur kaku dengan luka tembak yang sangat jelas, memperkuat indikasi bahwa sindikat perburuan ilegal masih bergerak bebas merajalela di tanah Riau. Kematian tragis mamalia raksasa ini memicu gelombang kemarahan besar dari aktivis dan tokoh masyarakat.

Ketua Umum Pendekar Riau, Datuk Mustakim JM, bereaksi keras atas peristiwa ini. Dengan nada bicara yang dalam dan penuh penekanan, ia melayangkan tuntutan langsung kepada Kapolda Riau. Mengingat komitmen aparat yang sebelumnya memposisikan diri sebagai pelindung satwa, Datuk Mustakim menagih janji yang seolah kini diuji oleh darah sang gajah.

Menagih Janji “Ayah Angkat” Gajah Sumatera

“Kami menuntut Kapolda Riau untuk membuktikan komitmennya. Beliau telah menyatakan diri sebagai ‘Ayah Angkat’ bagi para Gajah Sumatera di tanah ini. Seorang ayah tidak akan membiarkan anaknya dibantai secara keji tanpa ada tindakan nyata,” tegas Datuk Mustakim JM dalam pernyataan resminya yang mencekam, 7/2/2026.

Pihak Pendekar Riau menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar kematian satwa biasa, melainkan penghinaan terhadap upaya pelestarian lingkungan di Riau. Mereka mendesak agar tim khusus segera dikerahkan untuk memburu para pelaku eksekutor hingga ke aktor intelektual di balik perdagangan gading ilegal tersebut.

Sorotan Tajam ke Bupati Pelalawan
Tidak hanya menyasar aparat penegak hukum, Datuk Mustakim juga melontarkan kritik pedas yang menusuk ke arah Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Ia menilai ada pengabaian sistematis yang dilakukan oleh pimpinan daerah sehingga konflik lahan dan perburuan ilegal terus berulang di wilayah tersebut.

“Bupati Pelalawan jangan menutup mata! Kami menganggap Pemerintah Kabupaten sangat tidak perhatian terhadap kelestarian gajah yang menjadi simbol marwah Riau. Jika pemimpin daerahnya saja abai, jangan heran jika para pemburu merasa mendapatkan lampu hijau untuk terus membantai,” lanjut Datuk Mustakim dengan nada geram.

Suasana Mencekam: Siapa Target Berikutnya?

Kematian gajah jantan ini meninggalkan jejak ketakutan di tengah masyarakat peduli lingkungan. Luka tembak yang bersarang di tubuh hewan malang tersebut menjadi bukti nyata bahwa senjata api ilegal beredar luas di kawasan hutan Pelalawan.

Kini, publik menunggu langkah konkret dari Polda Riau. Apakah “Sang Ayah Angkat” akan berhasil menyeret para pembunuh ke balik jeruji besi, ataukah gajah-gajah Sumatera lainnya hanya tinggal menunggu giliran untuk dieksekusi di tengah dinginnya hutan Riau yang kian tak aman?

Perang terhadap mafia perburuan telah ditabuh. Pendekar Riau memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk mengevaluasi kinerja pejabat daerah yang dianggap gagal menjaga warisan alam Bumi Lancang Kuning*

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *