JMEDIA PEKANBARU – Banyak manfaat madu akasia Riau bagi tubuh manusia yaitu sebagai sumber energi dan detox racun. Berikut adalah 11 manfaat madu berdasarkan temuan ilmuwan:
1) Madu yang Asli Murni Ori memiliki reputasi yang kuat dalam mendukung kesehatan, terutama berkat sifat antioksidan dan antibakterinya yang berkontribusi pada peningkatan sistem imun tubuh
2) Madu adalah Sumber Energy Alami sebagai Glukosa (energi reaksi cepat) dan Fruktosa (energi cadangan/ bekal yang difungsikan saat tubuh kekurangan tenaga) pada tubuh
3) Madu Mengandung Melatonin dari Alam yaitu hormon yang juga diproduksi oleh otak manusia dan berfungsi untuk mengatur siklus tidur-bangun (ritme sirkadian), sehingga membantu tubuh memperoleh zat tidur
4) Detox Tubuh Menetralisir /Membersihkan Racun dalam Darah, Mendukung Fungsi Hati dan berfungsi sebagai pembersih Ginjal yang Kotor
5) Sebagai Ekspektoran dalam meng-angkatkan kolinergik dan sputum atau dahak/ lendir yaitu membunuh Virus pada Batuk dan Flu
6) Madu memiliki potensi sebagai makanan penunjang atau aditif nutrisi yang berharga dalam penanganan gizi buruk, terutama karena kontribusi energinya yang tinggi, peningkatan palatabilitas, dan sifat antimikrobanya yang baik bagi manusia dewasa dan anak sekolah (bukan untuk anak bayi s.d 12 bulan)
7) Befungsi sebagai Terapautik terutama Luka (Pengobatan) bagian luar (dioleskan) dan tubuh bagian dalam (diminum) untuk Tubuh
8) Melindungi Jantung, Membersihkan Aliran/ Tekanan Darah dan Membunuh Sel Kanker melalui kandungan Senyawa Fenolik dan Flavonoid-nya
9) Baik untuk Sistem Pencernaan Tubuh. Madu bermanfaat bagi Gastro Enteric (Probiotik/ bakteri baik) di Usus sehingga mendukung flora usus, menjadi sehat dan meningkatkan kualitas pencernaan serta penyerapan nutrisi
10) Pemacu Energi bagi Otot dan Kelenjar untuk Atlet dan Pekerja Keras. Madu telah lama dikenal sebagai superfood alami yang luar biasa, terutama karena kandungan karbohidratnya yang mudah dicerna dan diserap tubuh.
11) Madu baik bagi penderita Deabetes, Asam Lambung dan Ambien (jika anda alergi madu harus melalui resep anjuran dokter).
RASA SYUKUR JURAGAN MADU
Madu Akasia dari Lebah Apis Mellifera Asli Murni Ori Terbaik dapat anda temukan di Riau (APIS DORSATA/ APIS CRASSICARPA) yang berwarna cokelat kemerahan hingga cokelat pekat /hitam dan terjamin keasliannya /khasiatnya.
INISIATOR : MUSTAKIM JM
HP.WA.TG : 0823 – 8650 – 8415
Kantor Command Center:
Jl. Tj. Datuk No. 141C Pesisir
Kec. Limapuluh Kota Pekanbaru
KANTOR SEMINAR / WORKSHOP:
Jl. Hang Tuah No. 291 Rejosari
Kec. Tenayan Raya – Pekanbaru
Catatan Redaksi:
Untuk memperoleh banyak manfaat madu bagi tubuh dianjurkan Konsumsi madu 2 Sendok makan Sebelum Sarapan (Pagi) dan Jam 2 Sendok makan Sebelum Tidur (malam) dengan jumlah 40ml setiap hari
Saran Penyimpanan: guna menjaga manfaatnya simpan madu di luar kulkas.
TENTANG PENELITI
Nele Gheldof memiliki beberapa publikasi penting di Journal of Agricultural and Food Chemistry yang berfokus pada kapasitas antioksidan madu dari berbagai sumber bunga:
“Antioxidant Capacity of Honeys from Various Floral Sources Based on the Determination of Oxygen Radical Absorbance Capacity and Inhibition of in Vitro Lipoprotein Oxidation in Human Serum Samples” (2002)
“Identification and Quantification of Antioxidant Components of Honeys from Various Floral Sources” (2002)
“Buckwheat Honey Increases Serum Antioxidant Capacity in Humans” (2003)
Terkait Journal of Agricultural and Food Chemistry
Penerbit: American Chemical Society (ACS).
Fokus: Penelitian asli di semua aspek kimia pangan dan pertanian.
Food Chemistry
Penerbit: Elsevier.
Fokus: Semua aspek penelitian kimia makanan, termasuk analisis, komposisi, dan perubahan makanan.
KARIR ILMIAH NELE GHELDOF
Nele Gheldof adalah seorang ilmuwan dan manajer program yang berfokus pada bidang nutrisi, kesehatan metabolik, dan sains pangan.
Pendidikan: Memperoleh gelar Master di bidang Biochemical Engineering dari University of Ghent di Belgia, dan kemudian meraih PhD di bidang Food Science and Human Nutrition dari University of Illinois di AS.
Fokus Penelitian Awal: Penelitiannya yang terkenal di jurnal seperti Journal of Agricultural and Food Chemistry berfokus pada kapasitas antioksidan madu dari berbagai sumber bunga, seperti madu gandum hitam (buckwheat).
Karier Saat Ini: Dia bekerja di Nestlé Institute of Health Sciences dengan fokus pada Nutrisi dan Kesehatan Metabolik. Dia juga menjabat sebagai Head of the Grant Writing Services team di Research Office EPFL (École Polytechnique Fédérale de Lausanne).
Secara ringkas, dia adalah seorang peneliti yang memiliki latar belakang yang kuat dalam Kimia Pangan dan Nutrisi, dengan publikasi penting tentang komponen antioksidan dalam madu.
Riwayat pendidikan Nele Gheldof mencakup gelar-gelar akademik sebagai berikut:
Ph.D. di bidang Food Science and Human Nutrition dari University of Illinois, Amerika Serikat. Disertasinya kemungkinan besar berhubungan dengan penelitiannya mengenai komponen antioksidan pada madu, mengingat publikasinya yang banyak di bidang ini.
Master of Science (M.S.) di bidang Biochemical Engineering dari State University of Ghent, Belgia. Salah satu karya awalnya di tahun 1996 (“Honey is A Source of Natural antioxidants”) dikaitkan dengan universitas ini.
Secara singkat:
Gelar Bidang Studi Institusi
Ph.D. Food Science and Human Nutrition University of Illinois
M.S. Biochemical Engineering State University of Ghent
Nele Gheldof sangat erat kaitannya dengan produk dari Apis mellifera (lebah madu Eropa atau lebah madu yang paling umum dibudidayakan termasuk madu di Riau), yaitu madu akasia atau Madu yang di Produksi oleh Lebah Apis Mellifera.
Meskipun fokus utama penelitiannya adalah pada komponen dan kapasitas antioksidan madu itu sendiri, madu yang diteliti berasal dari spesies lebah madu, yang paling sering adalah Apis mellifera atau setidaknya madu yang diproduksi oleh lebah madu.
Beberapa artikel pentingnya yang secara implisit atau eksplisit melibatkan madu yang dihasilkan oleh Apis mellifera (Madu Akasia Riau) adalah:
“Antioxidant Capacity of Honeys from Various Floral Sources…” (2002)
“Identification and Quantification of Antioxidant Components of Honeys from Various Floral Sources” (2002)
“Buckwheat Honey Increases Serum Antioxidant Capacity in Humans” (2003)
Madu yang digunakan dalam penelitian tersebut biasanya diklasifikasikan berdasarkan sumber bunganya (misalnya, Buckwheat, Clover, Acacia, dll.), tetapi madu tersebut adalah produk dari aktivitas lebah madu (Apis mellifera).
Jadi, walaupun dia tidak secara langsung meneliti biologi atau perilaku lebah Apis Mellifera, namun dia adalah peneliti kunci di bidang kimia produk yang dihasilkan oleh Apis mellifera (yaitu madu)***
Editor : Tika Poetri








