JURNALIST MEDIA SELATPANJANG – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Independen Pemantau Bahan Bakar Minyak dan Gas (DPC LIPBB Migas) Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan langkah strategis dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia terkait swasembada pangan dan energi. Melalui gagasan inovatif “Warung Sembako Migas”, lembaga ini berupaya membangun fondasi ekonomi kuat yang dimulai dari tingkat pedesaan di seluruh wilayah Kepulauan Meranti.
Ketua DPC LIPBB Migas Kepulauan Meranti, Ramlan, CPLA, dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Selatpanjang menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan nyata dari visi Presiden dalam memperkuat ketahanan nasional. Program Warung Sembako Migas direncanakan hadir di 96 desa dan 5 kelurahan, berfungsi sebagai garda terdepan distribusi energi dan kebutuhan pokok yang stabil serta terjangkau bagi masyarakat kecil.
“Ambisi besar ini didukung oleh basis massa yang solid. Saat ini, tercatat telah ada sekitar 100 orang calon anggota di setiap desa yang siap bergabung dan mengawal keberjalanan program ini. Dengan estimasi kekuatan 10.100 personel tersebut, LIPBB Migas akan memiliki jaringan pengawasan dan distribusi yang sangat kuat hingga ke pelosok dusun, memastikan tidak ada lagi praktik penyelewengan distribusi LPG 3kg maupun BBM bersubsidi yang seringkali merugikan rakyat dan mengganggu stabilitas pangan” papar Ramlan pada Rapat 11/01/2026
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, telah menyatakan dukungan penuh dan komitmennya untuk menjadi fasilitator antara LIPBB Migas dengan perusahaan-perusahaan energi di daerah, seperti PT. EMP (Energi Mega Persada) Malacca Strait S.A. dan PT. Imbang Tata Alam (ITA).
“Sinergi antara pemerintah kabupaten, lembaga independen, dan sektor swasta ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi mandiri melalui unit Warung Sembako Migas” sebut Asmar.
Keberadaan Warung Sembako Migas ini membawa manfaat ganda yang sangat signifikan. Bagi masyarakat umum, kehadiran unit ini menjamin ketersediaan stok pangan dan gas LPG tepat sasaran dengan harga yang sesuai aturan pemerintah, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global. Sementara bagi para anggota yang bergabung, program ini menawarkan peluang pemberdayaan ekonomi melalui pengelolaan unit usaha desa, pengembangan kompetensi melalui tugas pengawasan, serta perlindungan hukum dan identitas resmi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kedaulatan energi.
“Warung Sembako Migas akan menyediakan kebutuhan sembako dan migas bagi para anggota, petani dan nelayan disekitar area. Selain itu gerai-gerai ini akan menjadi tempat pemasaran produk-produk UMKM lokal. Program ini diinisiasi melalui swasembada anggota dan peran strategis pimpinan kabupaten Kepulauan Meranti” tambah Muzakar Salim sekretaris DPC LIPBB MIGAS Kabupaten Kepulauan Meranti – Riau.
Secara filosofis, kaitan antara energi dan pangan sangatlah erat. Kelancaran distribusi BBM dan LPG merupakan kunci utama agar proses produksi serta distribusi hasil tani dan kebutuhan pokok tidak terhambat. Dengan memastikan energi tersedia hingga ke dapur-dapur di desa, LIPBB MIGAS secara otomatis telah menjaga mata rantai ketahanan pangan nasional tetap berputar.
Langkah jangka pendek yang sedang ditempuh saat ini meliputi finalisasi pendataan anggota dan persiapan audiensi lanjutan dengan instansi terkait serta Aparat Penegak Hukum (APH). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selaras dengan aturan hukum dan mampu memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti***








