SPBU Harapan Jaya Jl Hang Tuah Ujung Kota Pekanbaru Terbakar Wak! Tragedi ‘Bisnis Kotor’ di Balik Kobaran Api?

PEKANBARU – Tragedi kebakaran yang melanda SPBU Harapan Jaya di Jalan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, pada Selasa (21/7/2026) malam bukan sekadar musibah teknis biasa. Kobaran api yang melalap satu unit mobil Toyota Kijang Kapsul saat sedang mengisi BBM jenis Biosolar menjadi bukti nyata bahwa “bisnis kotor” di SPBU ini telah memakan korban.

Saksi mata di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa api bermula persis dari mobil Kijang Kapsul yang sedang melakukan pengisian Biosolar. “Api tiba-tiba menyambar dari mobil itu saat sedang isi solar. Kejadiannya sangat cepat, kami semua lari,” ujar saksi yang berada tak jauh dari lokasi.

Laskar Migas Nasional: Sidak BPH Migas Cuma Formalitas, SPBU Ini Kebal Hukum?

Kebakaran ini memicu reaksi keras dari Ketua Harian Laskar Migas Nasional, Mustakim JM. Ia menuding insiden ini sebagai konsekuensi logis dari praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang sudah menjadi rahasia umum di SPBU tersebut.

“Ini bukan kecelakaan murni. Ini akibat praktik nakal penyalahgunaan Biosolar yang dibiarkan menggurita. SPBU Harapan Jaya ini sudah sangat sering ketangkap basah, diberitakan media, dilaporkan masyarakat, bahkan sempat diskors tutup beberapa bulan. Tapi dasar tidak punya urat malu, tetap saja tidak kapok!” tegas Mustakim dengan nada berapi-api.

Mustakim juga menyoroti ironi yang terjadi di lapangan. Hanya beberapa jam sebelum api melalap SPBU tersebut, BPH Migas Riau baru saja melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan mengklaim SPBU dalam kondisi baik.

“Siang sidak dibilang aman, malamnya terbakar. Sidak macam apa ini? Pilih-pilih atau memang pura-pura tidak tahu? Rakyat sudah pintar, jangan jadikan sidak sebagai ajang formalitas untuk menutupi borok di lapangan,” kecamnya.

Sebagai catatan, isu pengawasan SPBU di Riau memang kerap menuai sorotan. Berbagai pemberitaan media lokal seperti RiauAktual.com dan potretnews.com beberapa kali mengangkat investigasi mengenai maraknya antrean kendaraan modifikasi dan dugaan penyelewengan BBM subsidi di wilayah Pekanbaru yang seringkali luput dari sanksi tegas meski telah dipublikasikan.

Laskar Migas Siap Obrak-Abrik Sarang Mafia

Kejadian ini dijadikan momentum bagi Laskar Migas Nasional untuk melakukan pembersihan besar-besaran. Mustakim menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap menyisir kembali benang merah kenakalan SPBU di seluruh Provinsi Riau.

“Ini momentum bagi kami untuk bergerak lebih agresif. Kami akan sisir semua SPBU nakal di Riau. Terserah siapa pun pemiliknya, kalau terbukti bermain, tamat riwayat kalian! Kami juga memperingatkan keras kepada pemilik gudang-gudang BBM ilegal dan armada ‘merah putih biru putih’ yang selama ini merasa kebal hukum, awas kalian!” ancamnya.

Tuntutan Penutupan Permanen

Terkait desas-desus yang menyebutkan bahwa SPBU Harapan Jaya dimiliki oleh oknum aparat, Mustakim menyatakan pihaknya tidak gentar. Ia mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bersikap tegas tanpa pandang bulu.

“Kami minta SPBU ini ditutup permanen. Jangan ada lagi alasan ‘punya oknum’. Jika terbukti ada oknum polisi atau siapa pun di belakangnya, itu justru harus jadi alasan kuat untuk menutupnya dan memproses hukum secara pidana. Jangan sampai nyawa masyarakat melayang hanya demi keuntungan segelintir mafia BBM,” tutupnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Masyarakat kini menunggu, akankah aparat berani bertindak tegas menutup permanen SPBU tersebut, atau justru membiarkan praktik nakal ini terus berulang?

Rls.JMedia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *