SKANDAL PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS: Anak Eks Bupati Kampar Dilaporkan kePolda Riau atas Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah

JMEDIA KAMPAR – Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinodai oleh dugaan praktik lancung di tingkat daerah. Jery Varmata, putra kandung mantan Bupati Kampar dua periode, Jefry Noer, resmi dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau atas dugaan penipuan dan penggelapan modal pembangunan dapur MBG.

Laporan dengan nomor LP/B/34/I/2026 tersebut mengungkap kerugian yang dialami korban, Hardi Dirhamsyah, mencapai sedikitnya Rp1,35 miliar. Kasus ini mencuat setelah investasi yang dijanjikan sebagai bentuk kerja sama operasional dapur MBG diduga diselewengkan untuk kepentingan pribadi.

banner 336x280

Modus Operandi dan Janji Manis

Dilansir dari Buka Mata Co, dugaan penipuan ini bermula pada Juli 2025. Terlapor, yang juga merupakan kader salah satu partai politik, diduga menggunakan pengaruh dan nama besar keluarganya untuk meyakinkan korban agar menanamkan modal dalam pendirian unit dapur MBG di Riau.

Korban mengaku telah mengucurkan dana besar untuk menyewa bangunan, renovasi infrastruktur dapur, hingga biaya operasional awal. Namun, setelah dapur beroperasi sejak Oktober 2025, keuntungan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Sebaliknya, seluruh kendali operasional dan pendapatan diduga dikuasai sepenuhnya oleh terlapor tanpa transparansi bagi hasil kepada pemodal.

Respons Kepolisian

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Muhammad Hasyim Risahondua, membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, penyidik Unit 3 Subdit 1 Ditreskrimum Polda Riau tengah melakukan pendalaman dengan memanggil sejumlah saksi untuk memperjelas konstruksi perkara.

“Kami sedang memproses laporan tersebut dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi guna menindaklanjuti dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan ini,” ujar Hasyim dalam keterangan singkatnya.

Skandal ini menambah daftar panjang polemik pelaksanaan MBG di wilayah Riau, setelah sebelumnya sempat diwarnai isu kualitas menu yang buruk dan intimidasi terhadap orang tua siswa yang melayangkan kritik.

PERINGATAN KERAS TERHADAP PRAKTIK MONOPOLI

Sehubungan dengan munculnya indikasi “pemborongan” atau upaya penguasaan sepihak (monopoli) atas pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis di wilayah Riau oleh oknum tersebut, publik sampaikan peringatan berikut:

Evaluasi Diri Segera: Program MBG adalah amanat nasional untuk perbaikan gizi anak bangsa, bukan ladang bancakan atau alat memperkaya diri bagi “pemburu rente”. Oknum yang merasa menggunakan pengaruh kekuasaan untuk memonopoli proyek ini diminta untuk segera melakukan evaluasi moral dan hukum.

Hentikan Praktik Monopoli: Tindakan memborong titik-titik dapur MBG secara sepihak hanya akan merusak ekosistem ekonomi lokal dan menurunkan kualitas layanan gizi bagi anak-anak. Negara tidak akan membiarkan program prioritas ini disandera oleh syahwat bisnis pribadi yang serakah.

Transparansi dan Keadilan: Pengelolaan dapur MBG harus melibatkan masyarakat dan pengusaha lokal secara terbuka. Praktik “main mata” dalam penentuan pengelola hanya akan berujung pada konsekuensi hukum yang berat.

Ingatlah bahwa setiap rupiah yang dikorupsi atau dimonopoli dari piring anak-anak adalah pengkhianatan terhadap masa depan bangsa. Hentikan sebelum hukum bertindak lebih jauh!


Redaksi Utama: Buka Mata Co
Sumber foto : Buka Mata Co
Judul berita : syahwat bisnis di balik piring gratis anak eks bupati kampar terseret skandal MBG
Edisi Kamis, 19 Februari 2026

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *